<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Etalase Esai Gila</title>
	<atom:link href="http://guekhomeini.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://guekhomeini.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Mar 2011 12:59:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='guekhomeini.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Etalase Esai Gila</title>
		<link>http://guekhomeini.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://guekhomeini.wordpress.com/osd.xml" title="Etalase Esai Gila" />
	<atom:link rel='hub' href='http://guekhomeini.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>The Perfect Truth</title>
		<link>http://guekhomeini.wordpress.com/2011/03/09/the-perfect-truth/</link>
		<comments>http://guekhomeini.wordpress.com/2011/03/09/the-perfect-truth/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Mar 2011 13:30:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akbar khomeini</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel renyah]]></category>
		<category><![CDATA[cerita jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[POPCORN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://guekhomeini.wordpress.com/?p=200</guid>
		<description><![CDATA[Perfect Truth Ada sebuah cerita  yang masih gue ingat dan cukup seru buat gue ceritakan kembali.. Ceritanya begini, ada empat orang pemuda tuna netra yang ingin mengetahui apa itu gajah. Lalu, oleh seorang yang tidak tuna netra, mereka berlima diajak ke kebun binatang dimana gajah bunting berada. Setibanya dilokasi, masing-masing dari keempat pemuda itu kemudian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guekhomeini.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=200&amp;subd=guekhomeini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align:center;"><strong>Perfect Truth</strong></h1>
<p><strong><a href="http://guekhomeini.files.wordpress.com/2011/03/elephant.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-203" title="elephant" src="http://guekhomeini.files.wordpress.com/2011/03/elephant.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a><br />
</strong></p>
<p><em>Ada sebuah cerita  yang masih gue ingat dan cukup seru buat gue ceritakan kembali..</em></p>
<p>Ceritanya begini, ada empat orang pemuda tuna netra yang ingin mengetahui apa itu gajah. Lalu, oleh seorang yang tidak tuna netra, mereka berlima diajak ke kebun binatang dimana gajah bunting berada. Setibanya dilokasi, masing-masing dari keempat pemuda itu kemudian meraba-raba si gajah bunting dan kemudian mendeskripsikan apa itu gajah menurut mereka.</p>
<p>Pemuda pertama mendeskripsikan lebih dulu<em>, “gajah adalah sesuatu yang cukup lebar dan tipis juga elastis seperti kipas..”</em></p>
<p><em>“Bukan! Gajah itu sesuatu yang keras sekali, panjangnya kira-kira tiga jengkal, lumayan licin, runcing dan tajam pada ujungnya..”</em>,Pemuda kedua menyalahkan pemuda pertama.</p>
<p><em>“Salah! Gajah itu lentur, kecil tapi panjangnya kira-kira sepanjang lengan, dan diujungnya ada sejumput rambut”,</em> Pemuda ketiga menyalahkan kedua teman tuna netranya.</p>
<p><em>“eit..eit.. kalian salah! Gajah itu seperti telur yang amat besar sekali, tapi tidak keras melainkan cukup empuk meski permukaannya agak kasar..”,</em> Pemuda keempat ikut menimpali.</p>
<p>Kalian salah!</p>
<p>Tidak! Kamu yang salah!</p>
<p>Kamu tuh yang salah..!</p>
<p>Tidak, Cuma saya yang bener!</p>
<p>Mbak cantik yang memakai topi biru gambar tengkorak yang membawa mereka ke kebun binatang tadi tidak ingin kericuhan terus berlanjut. Ia pun kemudian menjelaskan, <em>“Kalian semua benar, tidak ada yang salah.. yang pertama tadi meraba telinga gajah, yang kedua meraba gading gajah, yang ketiga meraba ekor gajah, dan yang keempat meraba perut gajah. Tapi semuanya itu gajah. Jadi penafsiran kalian itu benar seperti yang kalian raba.. dan gak usah saling menyalahkan..”</em></p>
<p>“Maaf mbak..” gue yang hobi ke kebun binatang dan ceritanya juga lagi ada disitu ikut angkat bicara..</p>
<p>“<em>Ya ada apa mas yang ganteng kayak Brad Pitt..?”</em> (kalau mau muntah, muntah aja. Gue udah duluan tadi..)</p>
<p>“Menurut saya penjelasan mbak cantik tadi kurang tepat. Bukankah telinga gajah hanya sebagian dari gajah. Gading gajah hanyalah sebagian dari gajah, begitu juga ekor dan perut gajah juga hanya sebagian dari gajah. Kita tidak boleh mengatakan ‘itulah gajah’ , tapi katakanlah ‘itu bagian dari gajah’. Seharusnya, kepada yang belum mendapat pemahaman tentang gajah, mbak memberikan penjelasan yang menyeluruh tentang gajah sehingga mereka memahami gajah dengan benar dan sempurna, tidak sebagian-sebagian. Karena ketidaksempurnaan pemahaman akan mengakibatkan kekeliruan perilaku..”</p>
<p><em>“Ya.. kamu benar sekali. Kalo gitu maafkan saya..”</em></p>
<p>“Ok, saya maafkan, tapi tau kah mbak apa maksud saya menceritakan ini..?”</p>
<p><em>“saya ndak tau, kan kamu yang nulis cerita ini?!”</em></p>
<p>“O iya bener. Baiklah akan saya jelaskan maksud saya deh..”</p>
<p>***</p>
<p>Para pembaca yang budiman, suatu ketika gue juga pernah mendapatkan pengalaman menarik. Dulu ditengah perjalanan menuju masjid untuk berangkat sholat jumat, gue bersama beberapa kolega berada dalam adegan menyebrang jalan.</p>
<p>Ditengah adegan menyebrang tersebut, kami melihat sebuah motor polisi yang melintas dengan lampu motor yang saat itu menyala. Karena saat itu belum ada peraturan <em>light on</em> disiang hari, kontan salah satu teman gue berinisiatif memberitahu polisi tersebut.</p>
<p>Sambil sedikit menunjuk, pemuda berambut poni  yang ditakdirkan bernama Agus tadi berucap, <em>“lampu.. lampu..!”</em></p>
<p>Namun apa yang terjadi, bukan lampu yang matikan, justru polisi tersebut berhenti dan mendatangi teman gue tadi dengan muka geram nan indah sekali. Ia datang dengan wajah amarah berapi membentak si Agus. <em>“Hei kamu beraninya ya..! cari gara-gara kamu..?! Ngomong apa kamu tadi..!”</em></p>
<p>Si Agus pun pucat pasi sembari bingung, <em>“eh.. kenapa pak..?!”</em></p>
<p><em>“kamu ngomong apa tadi! Berani sama saya ya kamu?!”</em> Polisi antagonis melanjutkan kegeramannya.<em></em></p>
<p>Orang-orang datang berkumpul kebingungan. Diantara mereka masing masing bertanya ada apa gerangan. Setelah lama ocehan tak karuan polisi tersebut membingungkan kami, akhirnya gue mulai menangkap ketidaknyambungan emosi si polisi dengan kebingungan si Agus.</p>
<p><em>“Pak.. kawan saya ini tadi cuma ngomong lampu. Tadi lampu motor bapak nyala, kok diingatkan bapak malah marah..? emangnya apa salah kawan saya?” </em>sambil menirukan gaya bijak Si Doel anak sekolahan gue beranikan membela si Agus walau takut kalo si polisi hilang kontrol dan main-mainin pistol.</p>
<p>Setelah titah pamungkas gue ucapkan, kontan Si polisipun menunjukan muka yang aneh (entah malu, kaget, karena sadar akan kesalah pahamannya) yang akhirnya menurunkan nada bicara, dan mengucapkan kata-kata terakhir sebelum ngeloyor pergi, <em>“lain kali hati-hati kalo bicara kamu..”</em></p>
<p>Kemudian pergi begitu saja. Tanpa maaf pada si Agus..</p>
<p>Gue dan banyak orang yang terlanjur ngumpul disitu akhirnya tertawa karena melihat adegan konyol barusan. Kamipun akhirnya mengerti, mungkin polisi tersebut marah karena mengira si Agus mengatakan ‘Lempo’ (artinya : tolol!), padahal yang di ucapkan si Agus yang berlogat asli kota Barabai tadi adalah ‘Lampu’ (yang artinya ya lampu!)..</p>
<p>Sekali lagi ketidaksempurnaan pemahaman, mengakibatkan kekeliruan perilaku..</p>
<p>***</p>
<p>Gue sudah sering menjadi korban terhadap orang-orang yang salah presepsi dan timpangnya informasi sehinga gue sering kali ditimpakan emosi atau tindakan yang menyakiti hati.</p>
<p>Gue juga masih ingat saat berumur lima tahunan tetangga sebelah rumah datang dan marah-marah kepada orangtua gue, karena menurut laporan anaknya sendal jepit berkepala gajah anaknya  dirusak hingga hancur oleh tangan mungil gue saat itu. Orang tua gue yang saat itu merasa malu bersedia menganti kembali sandal berkepala gajah anak tetangga tersebut, dan gue yang tak bersalah malah kena omelan tanpa dasar yang kuat dan stigma negatif sebagai berandalan cilik. Padahal saat itu gue tak melakukan penganiayaan sedikitpun terhadap sendal kepala gajah yang sekarat tersebut.. <em>sumpeh!</em></p>
<p>Pun, pada akhirnya berselang beberapa hari kebenaran sejati terungkap. Anak tetangga yang memfitnah gue mengakui rekayasa kebohongannya, dan orangtuanya datang berbalik meminta maaf pada keluarga gue karena kepalsuan informasi yang mengakibatkannya salah presepsi terhadap kejadian yang sebenarnya.</p>
<p>Yah.. makanya gue bela-belain nulis kali ini karena gue udah capek mengalami kejadian yang tak mengenakkan hati macam itu. Mungkin banyak yang juga pernah menyaksikan atau bahkan mengalami salah tindak, salah ambil langkah, salah memahami, salah sangka akibat informasi yang kita serap tidak sesuai dengan fakta.</p>
<p>Pemahaman seseorang sangat bergantung terhadap pengetahuan-pengetahuan yang telah ia serap. Dan pengetahuan tersebut tersusun dari informasi-informasi dan fakta-fakta dari objek yang ingin diketahui. Kalau ternyata informasi yang diperoleh salah atau tidak sempurna, maka wajar pemahaman yang terbentuk akan pula keliru dan tidak sempurna. Hasilnya perilaku ia terhadap sesuatu itu akan ikut salah karena perilaku dipengaruhi oleh pemahaman. Bingung-bingung lu..! J</p>
<p>Pokoknya, berhati-hatilah terhadap informasi yang kita terima atau kita peroleh tanpa sumber yang jelas. Karena bisa jadi informasi yang kita terima tersebut merupakan informasi yang tidak tepat terhadap keadaan yang sebenarnya. Bisa saja suatu saat beredar isu bahwa penulis selebaran butut ini sebenarnya adalah bencong yang sering mangkal disimpang empat belakang kampus anda.. Maka saran gue sekali lagi janganlah percaya! Jangan percaya sebelum mengetahui fakta yang sebenarnya apalagi sumber informasinya tak jelas seperi itu. Padahal jelas-jelas gue bukanlah bencong pangkalan simpang empat. Tapi simpang tiga! :p</p>
<p>Bertabayyun lah terhadap informasi yang kita terima. Karena bertabayun lebih baik dari pada mengobati..! []</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/guekhomeini.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/guekhomeini.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/guekhomeini.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/guekhomeini.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/guekhomeini.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/guekhomeini.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/guekhomeini.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/guekhomeini.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/guekhomeini.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/guekhomeini.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/guekhomeini.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/guekhomeini.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/guekhomeini.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/guekhomeini.wordpress.com/200/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guekhomeini.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=200&amp;subd=guekhomeini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guekhomeini.wordpress.com/2011/03/09/the-perfect-truth/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b1ce7060136d1015c617fd07b77af7ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akbar khomeini</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://guekhomeini.files.wordpress.com/2011/03/elephant.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">elephant</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Someone behind Somebody</title>
		<link>http://guekhomeini.wordpress.com/2010/12/23/someone-behind-somebody/</link>
		<comments>http://guekhomeini.wordpress.com/2010/12/23/someone-behind-somebody/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Dec 2010 06:41:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akbar khomeini</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel renyah]]></category>
		<category><![CDATA[POPCORN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://guekhomeini.wordpress.com/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Someone behind Somebody Suatu ketika disebuah sudut dunia imajinatif.. Dalam beberapa saat, gue pernah mengalami kerancuan berfikir mengenai pencapaian sukses. Dahulu yang tertanam dikepala ini sebuah kesuksesan merupakan pencapaian pribadi dengan tekad yang kuat untuk mencapai visi dengan disiplin nan penuh komitmen. Gue pun pernah menganggap sebuah prestasi yang telah tercapai merupakan hasil dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guekhomeini.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=191&amp;subd=guekhomeini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">&nbsp;</p>
<h1 style="text-align:center;"><strong>Someone</strong><strong> behind </strong><strong>Somebody</strong></h1>
<p><strong><a href="http://guekhomeini.files.wordpress.com/2010/12/ibu.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-194" title="ibu" src="http://guekhomeini.files.wordpress.com/2010/12/ibu.jpg?w=300&#038;h=260" alt="" width="300" height="260" /></a><br />
</strong></p>
<p><em>Suatu ketika disebuah sudut dunia imajinatif..</em></p>
<p>Dalam beberapa saat, gue pernah mengalami kerancuan berfikir mengenai pencapaian sukses. Dahulu yang tertanam dikepala ini sebuah kesuksesan merupakan pencapaian pribadi dengan tekad yang kuat untuk mencapai visi dengan disiplin nan penuh komitmen. Gue pun pernah menganggap sebuah prestasi yang telah tercapai merupakan hasil dari pengasahan disiplin intelektual pribadi. Sepenuhnya merupakan hasil dari kaidah kausalitas (saja) yang telah dijalani hingga seseorang yang seriuslah yang berhasil mencapainya. Tapi tahukan anda..? ternyata pemahaman itu keliru..!</p>
<p>Manusia bukanlah makhluk yang memiliki kekuatan untuk mengukuhkan dirinya. Manusia adalah makhluk yang tak mungkin memiliki eksistensi tanpa bantuan sekitarnya..</p>
<p><em>“Interupsi! Memangnya kenapa? Menurut eiyke sih bener-bener aja bang..! , </em>seorang banci dari ujung ruangan menyahut.</p>
<p><em>“Bukankah seseorang bisa ‘menjadi’ jika ia berusaha mewujudkannya. Jika kita ingin menjadi pedagang martabak telor yang sukses maka kita akan berusaha menjalani arah menuju keinginan kita. Jika sudah menjadi pedagang mertabak telor yang sukses, maka itulah keberhasilan yang kita dapatkan karena hasil jerih payah kita, bukan jerih payah orang lain. Ya kan..? Begitu pula jika ingin menjadi terkenal secara intelektual maka kita yang mesti merancang bangunan menuju puncak pencapaiannya. Dan hal itu merupakan hasil pencapaian kita seutuhnya.</em></p>
<p><em>Bukankah suatu kaum tidak mungkin bisa berubah jika kaum tersebut tidak mau mengubahnya? Termasuk kita. Kadang, orang sekitar kita bukannya malah mendukung, malah melecehkan, menghina-hina impian dan angan-angan kita untuk maju mewujudkannya..! bukankah begitu kan bang..?!”</em></p>
<p>Yah.. sekilas sih memang begitu. Sekilas semuanya merupakan jerih payah diri kita sendiri.. <em>hmm.</em>.</p>
<p>Tapi coba bayangkan, peperangan yang dilakukan oleh seorang jenderal bukanlah kemenangan atas dirinya saja. Disamping didukung oleh marinir, pasukan infanteri, atau yang mungkin dianggap sepele seperti juru masak pasukan yang berkreasi didapur-walaupun bukan dimedan pertempuran- bagaimana mungkin perang dimenangkan? Seorang jenderal setegap apapun membutuhkan suplai makanan untuk diri dan pasukan tempurnya. Seandainya gak ada yang menyuplai makanan, jenderal yang tegap itu bakalan kelaparan hingga tak kuat berperang, bahkan mengacungkan tongkat komandonya. Setiap manusia membutuhkan orang lain dalam kehidupannya..</p>
<p>Contoh lain deh.. seandainya punggung  kita gatal dan sulit untuk digaruk, dengan cara apa kita bisa meredakan gatalnya coba? Kita pasti membutuhkan orang lain untuk minta digarukkan..</p>
<p><em>“eh.. tapikan bang..bisa saja kita menggaruknya pake penggaruk punggung yang terbuat dari tempurung kura-kura kayak yang ada dirumah eiyke..! hayo..!”</em></p>
<p>Lah.. tetap saja kita gak bisa mengatakan itu hasil dari jerih payah kita sendiri. Siapa coba yang membuat garukan dari tempurung kura-kura tersebut..? orang lain juga kan..!</p>
<p><em>“tapi kalau kita sendiri yang bikin..!” </em>(si banci masih ngotot..)</p>
<p>Tetap kita tidak bisa menafikan peran kura-kura dalam membuat alat penggaruk itu kan..?! Sukses yang kita lakukan, sesungguhnya merupakan sukses kolektif yang dilakukan banyak orang untuk diri kita. Mereka lah pihak-pihak yang pasti berperan secara langsung atau tidak memberi gotong royong tindakan yang memuluskan usaha kita. Tak akan mungkin kita bisa menulis skripsi mantab jikalau kita tak mengawalinya dari belajar abjad dari orang yang mengajari. Tak akan mungkin kita bisa mencapai sarjana kalau yang bangun universitas tidak pernah ada. Atau akan sulit kita mengerti arti sabar dan menahan emosi seandainya tidak sekalipun hinaan orang sinis menghampiri diri kita.</p>
<p>Atau kamu sendiri gak bakalan ‘sukses’jadi banci, kalau teman kamu siapa namanya.. yang jakunnya gede itu..?</p>
<p><em>“mince bang maksudnya..?”</em></p>
<p>Ya! Seandainya si mince gak menghasut-hasut kamu mengajak ke dunia kebancian kan..!? padahal kamu sendiri dulunya seorang lelaki  tulen. Yang suka main bola di kebon kampung sebelah, yang pulangnya suka nyolong kelapa Bang Mamat itu kan..</p>
<p><em>“ya bang.. saya telah menempuh jalan yang salah.. maafkan saya..”</em></p>
<p>Ya oke. Kali ini gue maafkan..</p>
<p>#Dialog orang gila dicukupkan..</p>
<p>Meskipun dialog dengan banci sableng tadi begitu menjijikan, mau tidak mau gue kukuh dengan pemahaman bahwa sebuah pencapaian tidak mungkin terjadi tanpa bantuan pihak-pihak sekitar kita (selain pastinya ada pula Allah). Orang-orang yang mungkin tidak terlihat nyata membantu diri kita tetapi sesungguhnya mengangkat tangannya tinggi-tinggi untuk keberhasilan kita. Mereka mendoakan kesuksesan kita, yang tanpa kita tahu bisa jadi peran orang itulah yang sangat berarti dibandingkan usaha kita sendiri.</p>
<p>Dan gue pun tak bisa menampik, peran itulah yang telah diberikan oleh seorang ibu untuk keberhasilan anak-anaknya. Gue jadi teringat ibu yang kini terpisah pulau jauh disana yang menjadi sosok pembangun kepribadian gue saat ini..</p>
<p>Ibu yang bagi gue merupakan sosok mulia nan perkasa dan berhati lembut. Sosok yang pengertiannya begitu dalam mengalahkan dalamnya samudera. Sosok yang membuatkan gue teh hangat saat SMA dulu sering pulang kehujanan dari percetakan untuk mengurus buletin SMA. Sosok yang selalu membangunkan gue untuk sholat subuh saat masih terlelap karena telat tidur. Sosok yang membuatkan nasi goreng saat sarapan pagi.</p>
<p>Sosok yang mengajarkan tentang kasih sayang dan ketegaran menjalani hidup melalui sikap dan perilakunya tanpa menceramahi. Sosok yang tetap menyayangi gue meski seringkali membuat kecewa. Sosok yang gue cium tangannya yang mulai berkerut saat gue pergi atau pulang berkelana..</p>
<p>Uh.. padahal engkau tak tahu ibu. Anakmu ini kadang masih bengal dan mungkin belum bisa membanggakanmu. Anakmu yang masih menyusahkan dan suka bermanja sikap egois ini seperti tak peduli akan keadaan dirimu disana, saat sering  terhanyut dalam kehidupan dunianya sendiri.</p>
<p>Egois! Itulah cap yang gue berikan pada diri gue sendiri disaat masih suka mementingkan diri sendiri. Namun gue yakin 1000% ibu tak pernah memberikan cap tersebut pada diri gue. Ibu dengan kelembutan kasih sayangnya, kedalaman pengertiannya, tetap melantunkan doa-doa kebaikan untuk menguatkan di setiap langkah anaknya meraih kesuksesan.</p>
<p>Oh ibu, kenapa kau tega menyayangi anakmu yang kurang ajar ini?? (jawabannya tentu bukan karena ibu penyayang binatang). Kapankah anakmu ini akan membahagiakanmu?</p>
<p>Padahal ketika ditanyakan siapakah sosok yang harus dihormati didunia ini, Rasulullah sampai mengatakan tiga kali untuk menjawabnya : ibundamu, ibundamu, ibundamu..</p>
<p><strong><em>(22.58 wita, 22-12-2010, Hari Ibu)</em></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/guekhomeini.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/guekhomeini.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/guekhomeini.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/guekhomeini.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/guekhomeini.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/guekhomeini.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/guekhomeini.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/guekhomeini.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/guekhomeini.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/guekhomeini.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/guekhomeini.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/guekhomeini.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/guekhomeini.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/guekhomeini.wordpress.com/191/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guekhomeini.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=191&amp;subd=guekhomeini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guekhomeini.wordpress.com/2010/12/23/someone-behind-somebody/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b1ce7060136d1015c617fd07b77af7ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akbar khomeini</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://guekhomeini.files.wordpress.com/2010/12/ibu.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ibu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sarimin VS Jason Bourne</title>
		<link>http://guekhomeini.wordpress.com/2010/11/27/sarimin-vs-jason-bourne/</link>
		<comments>http://guekhomeini.wordpress.com/2010/11/27/sarimin-vs-jason-bourne/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Nov 2010 12:40:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akbar khomeini</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[ngasal..]]></category>
		<category><![CDATA[POPCORN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://guekhomeini.wordpress.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[Sarimin VS Jason Bourne teng-teng dung-dung..! teng dung &#8211; teng dung..! Hah! Gue pun terbangun kaget setelah sesaat tertidur sebentar disiang itu. Kaget, bukan karena pas gue bangun ada bencong lagi meluk gue. Tapi kaget, karena bunyi aneh yang tiba-tiba terdengar keras di sebelah kontrakan, tepatnya rumah tetangga cat abu-abu yang didepan rumahnya ada pohon [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guekhomeini.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=187&amp;subd=guekhomeini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align:center;"><strong>Sarimin VS Jason Bourne</strong></h1>
<p><strong><a href="http://guekhomeini.files.wordpress.com/2010/11/versus-logo.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-189" title="Versus-Logo" src="http://guekhomeini.files.wordpress.com/2010/11/versus-logo.jpg?w=300&#038;h=282" alt="" width="300" height="282" /></a><br />
</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><em>teng-teng dung-dung..! </em></p>
<p><em>teng dung &#8211; teng dung..!</em></p>
<p>Hah! Gue pun terbangun kaget setelah sesaat tertidur sebentar disiang itu. Kaget, bukan karena pas gue bangun ada bencong lagi meluk gue. Tapi kaget, karena bunyi aneh yang tiba-tiba terdengar keras di sebelah kontrakan, tepatnya rumah tetangga cat abu-abu yang didepan rumahnya ada pohon mangganya itu..</p>
<p><em>‘Lah emangnya ada apa dengan pohon mangganya?’</em></p>
<p>Yaa.. gak ada apa-apa sih..</p>
<p><em>‘Terus..kenapa dong jadi harus menjelaskan di depan rumah tetangga ada pohon mangganya?’</em></p>
<p>Hehe.. kalau bilang ada jemurannya, nanti kamu malah nanya deh..  apaan aja yang lagi ngegantung di jemuran itu..!</p>
<p><em>‘Oh.. gitu ya? Oke deh.. tau aja deh maksud eiyke..’</em></p>
<p>Kembali ke asal suara yang memecahkan keheningan tidur siang abang tadi..</p>
<p>Ternyata suara itu berasal dari pentas topeng monyet yang sengaja disewa tetangga buat mentas dan menghibur anak-anak komplek. Anak-anak yang gue liat begitu girangnya kedatangan si Sarimin <em>(nama default buat monyet yang atraksi)</em> tersenyum sumingrah persis kayak mahasiswa yang bahagia saat dengar kuliahnya diliburkan.</p>
<p>Lihat mereka, gue jadi ingat zaman masih muda dulu.., yah sama lah kayak anak-anak tersebut.. nongkrong, tepuk tangan, dan dengan antusiasnya menyaksikan si sarimin beratraksi ria dengan lincah menggunakan berbagai perlengkapan mini sejenis sepeda, gerobak, cangkul, arit, dan perlengkapan lain yang biasa ada di ransel kuliah gue itu.</p>
<p>Si sarimin berjungkir balik, tidur, berguling, dan seolah menelpon. Namun si sarimin tentu tidak mengerti apa sebenarnya gerakan  yang dia lakukan, sampai membuat penonton tertawa. Yang ada di pikiran si Sarimin, pokoknya lakukan saja yang sudah diajarkan dan diperintah si bos, maka dia bisa dapat pisang saat selesai pertunjukan nanti. Sarimin gak perlu protes walau diperintah berkali-kali, gak pernah membangkang walau aksinya itu dikomersilkan majikannya untuk mendapatkan penghasilan. Karena si sarimin sadar dia hanya binatang yang gak punya : akal! <em>(gak punya akal kok bisa sadar juga yak?!)</em> Dan yang pasti, si Sarimin gak pernah terlintas untuk bertanya-tanya “buat apa gue melakukan semua ini..?? why???” bagi si sarimin <em>life is just a matter of surviving..</em></p>
<p>Ya gak min?! hehe</p>
<p>Bicara Si Sarimin yang <em>easy going</em> tidak pernah mempertanyakan tujuan hidupnya, gue jadi ingat Si Jason Bourne yang skeptis dalam film Trilogi Bourne kesukaan gue.</p>
<p>Gue ingat, dalam ending film trilogi Bourne -atau tepatnya di ujung film Bourne Ultimatum, Si Bourne (Matt Damon)yang tersudut dan ditodongkan pistol bertanya dengan seorang agen yang saat itu ingin membunuhnya, <em>“apakah kamu tahu buat apa kamu membunuhku? Selama ini apakah kita mengerti mengapa kita melakukan semua ini?”.</em> Setelah dikatakan seperti itu, kemudian si agen kebingungan dan tidak jadi menembak si Jason Bourne. Akhirnya Si Bourne melompat ke sungai, dan… TAMAT.</p>
<p>Jadi suatu saat nanti kalau kita ketemu preman yang mau ngebajak, tinggal ucapkan aja kayak di film Bourne tadi, <em>“bang.. ke’napa pula lah kau mau me’malak-malak aku’ ini..? apakah abang menge’rti me’ngapa se’benarnya abang me’lakukan itu, bah?!”</em></p>
<p>Paling si abang preman malah tambah ganas menjawab, <em>“buat anak bini gue dodol! Lu gak usah ngasih ceramah lahh, mending kasih dompet lu!!”</em></p>
<p>Hehe</p>
<p>Yah..! kalaupun nanti tidak berhasil menghindari preman, tetaplah pahami apa maksud Si Jason Bourne menanyakan ‘mengapa’ tadi. Pertanyaan ‘mengapa’ yang harusnya kita renungi bersama, dan menjadikan kita bisa memahami apa landasan kita berbuat. Pertanyaan ‘mengapa’ yang bisa menunjukkan apakah perbuatan yang kita lakukan sesuai atau tidak dengan prinsip akidah keyakinan kita. Pertanyaan ‘mengapa’ yang bisa menjabarkan alur hidup serta tujuan kita selama ini memilih  melakukan sesuatu yang kita anggap harus kita kerjakan.</p>
<p>Karena gue sadar saat ngaca gue sama sekali gak mirip sama Si Sarimin! (masa..?). Yang telak membedakan gue sama si Sarimin, jelas Si Sarimin bertindak hanya bersadarkan instinknya saja.. hanya merespon berdasarkan instinknya saja.. sedangkan gue, gue merespon setelah menggunakan akal.. karena gue manusia <em>euy</em>..!</p>
<p>Sama! sama seperti saat dahulu gue pernah mengikuti sebuah training yang dibawakan oleh seorang ustadz mualaf, ada kalimat menarik yang masih gue ingat, <em>“kita selama ini cuma berkutat, dan diajarkan mengenai ‘what and how’ tapi gak pernah ‘why’. Kita mungkin tahu sholat itu apa, bagaimana caranya, tapi kita kebingungan menjawab kenapa kita sholat?.. kita mungkin tahu islam itu apa, dan bagaimana islam itu, tapi kita masih ragu menjawab mengapa kita harus islam..”</em></p>
<p>Beliau yang biasa dipanggil ustadz Felix Siauw itu, menambahkan argumen yang menghantarkan peserta training untuk lebih lanjut memaknai lebih dalam tujuan hidupnya, <em>“banyak yang ketika ditanya manusia berasal darimana? dijawab dengan lantang dari Allah.., mau ngapain didunia? Dijawab dengan enteng beribadah kepada Allah.., Setelah mati kemana? Dengan lugas menjawab kembali kepada Allah.., tapi sayangnya mereka gak yakin 100% Tuhan mereka adalah Allah.. buktinya masih banyak yang mencampakkan aturan islam, dengan lebih memilih aturan yang melanggar islam”</em></p>
<p>Gitu juga, selama kita tidak yakin 100% dengan jawaban ‘because’ kita,  maka kita juga akan ragu atas segala perbuatan yang kita kerjakan apakah sudah memang benar atau malahan tidak.. kita mungkin juga akan ragu ibadah kita ini benar harus dikerjakan atau tidak..</p>
<p>Malah mungkin, selama ini kita melakukan aktifitas yang ternyata tidak sesuai dengan jawaban ‘because’ kita. Jawaban syahadat yang seharusnya kita jawab dan menjadi landasan kita melakukan aktifitas. Aktifitas yang juga ternyata tidak dibiarkan bebas sekehendaknya, namun diatur demi menjaga kemuliaan dan juga mengandung konsekuensi hasil akhir di akhirat nanti..</p>
<p><em>“Telah kami tunjukkan kepadanya dua jalan hidup (baik dan buruk)”</em> <strong>(Al Balad [90]:10)</strong></p>
<p><em>“Setiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya”</em><strong> (Al Mudatsir [74]:38)</strong></p>
<p>Sekarang kita diberi pilihan untuk bersikap. Memilih menjadi seperti Sarimin yang berperilaku sesuai naluri kebinatangannya,- karena ia tidak memiliki akal.. atau seperti Jason Bourne yang tidak ceroboh bertindak dan dengan sadar memikirkan buat apa ia membunuh sedangkan  itu adalah tindakan yang tidak benar..???</p>
<p>Pilihan ada ditangan kalian. Tapi mungkin yang ada ditangan kalian sekarang ini adalah selebaran kumal POPCORN.. dan POPCORN bukanlah pilihan, tapi membacanya adalah sebuah pilihan..</p>
<p>Ya kan? Garing euy! []</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/guekhomeini.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/guekhomeini.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/guekhomeini.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/guekhomeini.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/guekhomeini.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/guekhomeini.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/guekhomeini.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/guekhomeini.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/guekhomeini.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/guekhomeini.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/guekhomeini.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/guekhomeini.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/guekhomeini.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/guekhomeini.wordpress.com/187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guekhomeini.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=187&amp;subd=guekhomeini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guekhomeini.wordpress.com/2010/11/27/sarimin-vs-jason-bourne/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b1ce7060136d1015c617fd07b77af7ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akbar khomeini</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://guekhomeini.files.wordpress.com/2010/11/versus-logo.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Versus-Logo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Refleks against Refleks</title>
		<link>http://guekhomeini.wordpress.com/2010/11/12/refleks-against-refleks/</link>
		<comments>http://guekhomeini.wordpress.com/2010/11/12/refleks-against-refleks/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Nov 2010 11:56:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akbar khomeini</dc:creator>
				<category><![CDATA[ngasal..]]></category>
		<category><![CDATA[POPCORN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://guekhomeini.wordpress.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Refleks against Refleks Alkisah disuatu pagi minggu, gue lagi asik berkendara dengan manisnya.. Berangkat dipetangnya pagi dengan irama tarian rintikan gerimis, menuju kota Banjarmasin seorang diri.. Sepanjang perjalanan diawali dengan suasana asoi geboy..  menghirup udara segar yang merfresh paru-paru, melalui berbagai pemandangan unik, melalui senyuman acil penjual bensin eceran, dan juga bermacam burung-burung genit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guekhomeini.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=181&amp;subd=guekhomeini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">&nbsp;</p>
<h1 style="text-align:center;"><strong>Refleks against Refleks</strong></h1>
<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://guekhomeini.files.wordpress.com/2010/11/cb_lelaki-tutup-mulut_bm.jpg"><a href="http://guekhomeini.files.wordpress.com/2010/11/cb_lelaki-tutup-mulut_bm1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-185" title="cb_lelaki-tutup-mulut_bm" src="http://guekhomeini.files.wordpress.com/2010/11/cb_lelaki-tutup-mulut_bm1.jpg?w=184&#038;h=261" alt="" width="184" height="261" /></a><br />
</a><br />
</strong></p>
<p>Alkisah disuatu pagi minggu, gue lagi asik berkendara dengan manisnya..</p>
<p>Berangkat dipetangnya pagi dengan irama tarian rintikan gerimis, menuju kota Banjarmasin seorang diri..</p>
<p>Sepanjang perjalanan diawali dengan suasana asoi geboy..  menghirup udara segar yang merfresh paru-paru, melalui berbagai pemandangan unik, melalui senyuman acil penjual bensin eceran, dan juga bermacam burung-burung genit yang berkeliaran mencari makan.. Saat itu semuanya nampak mengalir ramah bagai lagu balada sang pengelana.. Tak ayal tembang klasik Lemon tree pun mengalun dari bibir gue yang seksi..</p>
<p><em>“I wonder how.. I wonder why..  yesterday you talking about a blue blue sky.. and all that I can see.. it’s just the yellow lemon tree…”</em></p>
<p>Yeahh.. Bagi gue saat berkendaraan jauh  merupakan momen yang tepat melepas kepenatan sisi hidup  yang lain.. Saat itulah gue bisa menikmati perubahan waktu. Karena ditengah perjalanan itu lah gue bisa merenung, gue bisa memikirkan perencanaan hidup, bisa juga mikirkan bahan tulisan, bikin lirik lagu serampangan, atau dengarkan lagu di earphone sambil membayangkan jadi model video clipnya. Hehe..</p>
<p>Namun seperti biasa, kestabilan kisah ini tidak bertahan lama.. Saat gue masih berkendara dengan seimut-imutnya tiba-tiba suasana kemudian berubah mencekam!</p>
<p>Secara mengejutkan, sebuah motor yang ditumpangi sepasang suami-istri terlihat memblokir ditengah jalan. Kontan, gue panik setengah ganteng! Hah?! Apa yang terjadi? Apakah kedua orang tua tersebut merupakan orangtua dari gadis yang menjadi korban ulah pria-pria gombal? Yang telah menghamili anak mereka diluar nikah, kemudian mentelantarkan anak mereka..? waduh..! Tapi gue kan belum pernah ngehamilin anak orang.. apalagi anaknya bapak-ibu tersebut. Gue sumpah cuma mau ngehamilin anak mertua gue. Tapi kesalahan apakah yang membuat gue jadi dihadang begini sama mereka..? Apalagi kalau motor si Bapak itu tetap ditengah jalan, bisa-bisa gue jadi nabrak mereka, <em>jebbreet!!</em></p>
<p>Suasana berubah genting, gue pencet tombol klakson, yang sayangnya gue sendiri  lupa kalau klakson dimotor gue udah lama rusak!. Gue lupa berkali-kali lupa mau beli klakson angin tenoot.. tenoot ala paman pentol yang hemat listrik buat di pasang di motor! Gimana nih..?</p>
<p><em>(sebenarnya waktu saat itu sangat pendek, tapi di dramatisir kayak kartun tsubasa mau nendang bola. Hehe..)</em></p>
<p>Namun Allah tetaplah yang Maha Keren, Alhamdulillah.. orang Keren kayak gue dengan kemurahan-Nya diselamatkan dari –hampir terjadi- tabrakan maut tersebut. Gue berhasil menghindar.  Padahal sedikiiiit lagi menghantam ban depan motor bapak tersebut. gue berhasil..! namun saat itu perasaan lega hanya terasa sesaat sampai rasa geram mengambil alih hati ini.</p>
<p>Gue yang saat itu terkondisi jantung berdegup keras memalingkan muka kearah mereka, dan dengan ‘panas’nya melepaskan emosi dengan nyaring “<em>hhhhhaaah!!!”</em></p>
<p>Orang di sekitar kontan memperhatikan, bapak-ibu tadi pun dengan muka tak kalah terkejut memandang tanpa ekspresi karena ikutan shok (bisa jadi shok karena keget ada muka pembunuh mau nabrak mereka). Saat itu, orang memang tidak melihat ekspresi wajah gue karena tertutup kaca helm, namun dari nada emosi penekanan, mereka yang mendengar mungkin bisa merasakan kegeraman gue saat itu..</p>
<p>Gue ngaku bergeram ria seperti itu memang tidak pantas dilakukan. Guepun bersyukur sekali saat selamat dari kemungkinan tabrakan maut tersebut. beristighfar berkali-kali sepanjang perjalanan, dan mengurangi kecepatan motor. Gue pun merasa berdosa sekali membentak dan berharap orang yang dibentak ketakutan dengan bentakan tersebut.</p>
<p>Tapi syukurnya pada saat itu umpatan kasar tidak keluar dari mulut gue. Umpatan kata-kata kotor yang kalau kita ucapkan pada saat SD dulu mungkin segera dijewer oleh guru kita, kata-kata yang kalau kita ucapkan ke seorang tentara membuat pipi merah-biru, kata-kata yang kalau kita utarakan ke dosen berefek nasib nilai kita nasakom.</p>
<p>Gue senang refleks gue saat mendapat musibah yang terucap adalah istighfar. Tidak seperti dulu zaman masih hobi menggunakan kata-kata tersebut sebagai pelengkap kalimat keseharian. Kata-kata yang mudah dan enteng gue lepaskan sehingga mencabik-cabik hati yang mendengarnya. Semacam “bungul”, “bangsat”, “kampret”, “anjing”, “babi”, dan berbagai hewan kebun binatang berandalan lainnya yang menjadi bumbu kata-kata pergaulan sekarang.</p>
<p>Yah.. gue sudah lama mencoba tidak menjadikan kata-kata tersebut refleks dari omongan yang dibicarakan. Setidaknya itu gue tinggalkan setelah menyadari penggunaan diksi sangat bisa mempengaruhi untaian kalimat yang diutarakan. Gue ingat, dulu saat masih kelas satu SMA, yang dengan kasarnya mengucapkan kata “brengsek!” kepada seorang teman perempuan, yang ternyata itu membuat dia menangis karena sakit hati. Sampai gue ingat saat itu dikecam oleh satu kelas akibat diksi kata-kata yang tidak pantas dipilih.</p>
<p>Diksi yang kita ‘rekrut’ untuk menjadi susunan kalimat bisa membuat penekanan yang menjurus pada maksud yang berbeda. Memanggil seseorang dengan “pian..” akan terasa lebih halus dan hormat dibandingkan memanggil seseorang dengan “nyawa!”. Makanya pantas banyak yang mengatakan lidah itu lebih tajam dari pada pedang. Lebih sangar dari pada pemicu nuklir. Dan lebih mengerikan dari pada upil (lebay..).</p>
<p>Lidahlah yang bisa membuat dua kampung saling serang karena dimulai dari cekcok mulut, lidahlah yang bisa membuat seorang benci atau tidak dengan sang pemilik lidah, dan mungkin lidahlah yang membuat ayam tetangga mati karena kalau mandi gue selalu nanyi gak karuan..</p>
<p>Hati-hati dengan kata-kata yang ternyata menjadi refleks dan kebiasan omongan kita. Hati-hati pula, kalau ternyata kata-kata yang menjadi refleks itu adalah kata-kata kasar dan tak pantas diucapkan. Lawan dan penuhi refleks ‘kotor’ kita itu dengan kata-kata yang enak didengar, kata-kata yang sopan, kata-kata zikir, dan kata-kata salam. Karena ibarat air kotor dalam gelas, dapat kita murnikan dengan memenuhi gelas tersebut lagi dengan air jernih hingga air kotornya meluap keluar.</p>
<p>Gue jadi ngeri aja seandainya selama didunia kita terbiasa menggunakan kata-kata anjing, babi, monyet, kera, kampret, bangsat, dll. Sehingga kata-kata itu menjadi refleks dari kelatahan kita.. Bagaimana nanti ketika kita dialam kubur ditemui tiba-tiba oleh malaikat, dan karena kita terkejut refleks keluarlah kelatahan kita <em>“eh kampret..! eh kempret..!”.</em></p>
<p>Dan akhirnya, <em>“cetar..!!!”</em> suara cambuk..</p>
<p>Hehe, mau? Jaga mulut, jaga hati..</p>
<p><strong><em>(akb, 4-10-2010)</em></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/guekhomeini.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/guekhomeini.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/guekhomeini.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/guekhomeini.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/guekhomeini.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/guekhomeini.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/guekhomeini.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/guekhomeini.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/guekhomeini.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/guekhomeini.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/guekhomeini.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/guekhomeini.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/guekhomeini.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/guekhomeini.wordpress.com/181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guekhomeini.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=181&amp;subd=guekhomeini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guekhomeini.wordpress.com/2010/11/12/refleks-against-refleks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b1ce7060136d1015c617fd07b77af7ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akbar khomeini</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://guekhomeini.files.wordpress.com/2010/11/cb_lelaki-tutup-mulut_bm1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cb_lelaki-tutup-mulut_bm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HARD LEVEL!</title>
		<link>http://guekhomeini.wordpress.com/2010/11/02/hard-level/</link>
		<comments>http://guekhomeini.wordpress.com/2010/11/02/hard-level/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Nov 2010 01:26:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akbar khomeini</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel renyah]]></category>
		<category><![CDATA[DiamItuGakEnak! Zine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://guekhomeini.wordpress.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Hard Level! &#160; Kadang kita selalu dihadapi oleh berbagai aral sepanjang perjalanan kita menempuh tujuan. Sayangnya, yang paling sering terjadi, kita selalu merasa lemah dan tak mampu untuk menghadapi halangan  tersebut seraya mengambil langkah mundur : putus asa, menyerah, berhenti. Padahal segala halangan dan rintangan merupakan sebuah tantangan bagi sorang pejuang. Yang semakin lama dia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guekhomeini.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=177&amp;subd=guekhomeini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align:center;"><strong>Hard Level!</strong></h1>
<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://guekhomeini.files.wordpress.com/2010/11/hardlevel.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-178" title="hardlevel" src="http://guekhomeini.files.wordpress.com/2010/11/hardlevel.jpg?w=287&#038;h=225" alt="" width="287" height="225" /></a><br />
</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong> </strong><strong> </strong></p>
<p>Kadang kita selalu dihadapi oleh berbagai aral sepanjang perjalanan kita menempuh tujuan. Sayangnya, yang paling sering terjadi, kita selalu merasa lemah dan tak mampu untuk menghadapi halangan  tersebut seraya mengambil langkah mundur : putus asa, menyerah, berhenti.</p>
<p>Padahal segala halangan dan rintangan merupakan sebuah tantangan bagi sorang pejuang. Yang semakin lama dia menempuh perjuangannya –seharusnya- akan semakin beragam dan sulit pula tantangannya.</p>
<p>Seorang samurai besar pasti akan merasa harga dirinya direndahkan apabila pihak lawan lebih memilih menerjunkan seorang bocah untuk menjadi lawan tandingnya. Bagi dia yang sudah berada di level jauh lebih tinggi dibandingkan bocah yang bahkan belum kuat untuk memegang katana itu, akan merasa lawannya tidak sepadan dan tidak pantas berhadapan dengannya. Karena, buat apa selama ini dia berlatih dan mengalahkan berbagai samurai lain yang hebat, hanya untuk dihadapkan dengan hal remeh temeh, yang bagi dia merupakan sesuatu yang sepele.</p>
<p>Sama halnya pula, kita mungkin pernah bermain game dan saking keranjingannya kita berhasil sampai level sangat tinggi yang sulit dicapai. Namun, suatu saat dalam level yang tinggi kita malah mendapati permainan itu semakin mudah, bukankah membuat kita malah menjadi kurang bersemangat untuk meneruskannya?</p>
<p>Kita mungkin akan berseloroh.. <em>“halah..! musuh di level satu buat apa muncul lagi dilevel lima puluh ini..? terlalu mudah! Gak ada yang lebih menantang nih..?!”</em> tentunya kita akan menuntut tantangan yang lebih sulit dari tantangan yang biasa kita hadapi. Tantangan yang akan melatih kita menjadi professional  dalam permainan itu. Yang menjadikan kita master dan berhasil menempuh level-level berikutnya dengan skill yang sudah terasah tajam dari level permainan sebelumnya.</p>
<p>Ego akan menuntut pemuasan..</p>
<p>Lantas, kenapa? kenapa kita selalu merasa paling melarat didunia saat tantangan itu muncul dalam kehidupan nyata? Kenapa kita cengeng saat ujian yang sebenarnya adalah tantangan dan harus kita selesaikan untuk menaikan derajat (level) kita itu muncul? Kenapa kita membanci jikalau tantangan itu menguras harta benda, dan mungkin bahkan fisik yang selama ini sangat penting bagi kita?..</p>
<p>Sedangkan disaat kondisi kenasiban kita stabil dan adem ayem, kita selalu bergombal ria ingin menjadi seorang pejuang muslim yang tangguh dan mengharap ditinggikan derajat sehingga pantas disejajarkan dengan para sahabat.. Kita asik bermimpi ria mendapatkan hadiah yang terbaik di surga atas semua perjuangan yang selama ini sudah kita rasakan puas.</p>
<p>Padahal tidak ada jalan lain untuk menaikan level selain menaikan taraf kesulitan dilevel. Apa bedanya kalau level sebelumnya tidak berbeda dengan level sesudahnya..?</p>
<p>Mana mungkin Allah menguji ‘orang besar’ dengan ujian yang ‘kecil’?</p>
<p><em>“Apakah kamu mengira akan dibiarkan begitu saja, padahal belum terbukti bagi Allah orang-orang yang berjuang diantara kalian?”</em> <strong>(QS.At taubah [9]:16)</strong></p>
<p>Ujian merupkan jalan bagi seorang mukmin mendapatkan identitas kesejatiannya. Ujian yang bertubi dan meningkat merupakan hiasan perjalanan dakwah Rasulullah, para sahabat, tabi’in, tabi’at, tabi’in tabi’at dan seluruh pejuang islam. Ujian merupakan komponen dalam kurikulum ketaqwaan. Ujianlah yang menjadikan  seseorang tangguh dan membentuk diri hingga pantas disebut ‘pejuang’ dengan embel-embel ‘sejati’ karenanya..</p>
<p>Kemudian apakah sekarang kita masih takut dengan ujian yang sebenarnya tantangan itu??</p>
<p>Sabar, tawakal, dan terus berusahalah teman.. dan daki level-level itu secara perlahan..</p>
<p><em>“Allah tidak akan memberikan beban (taklif) kepada seseorang diluar batas kemampuannya”</em> <strong>(QS.Al Baqarah [2] :286)</strong></p>
<p><em>“Hai orang-orang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolong dan meneguhkan kedudukanmu.” </em><strong>(QS. Muhammad [47]:7)</strong></p>
<p><em>(akb)(28-10-2010)</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/guekhomeini.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/guekhomeini.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/guekhomeini.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/guekhomeini.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/guekhomeini.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/guekhomeini.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/guekhomeini.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/guekhomeini.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/guekhomeini.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/guekhomeini.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/guekhomeini.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/guekhomeini.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/guekhomeini.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/guekhomeini.wordpress.com/177/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guekhomeini.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=177&amp;subd=guekhomeini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guekhomeini.wordpress.com/2010/11/02/hard-level/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b1ce7060136d1015c617fd07b77af7ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akbar khomeini</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://guekhomeini.files.wordpress.com/2010/11/hardlevel.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hardlevel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Zine!</title>
		<link>http://guekhomeini.wordpress.com/2010/11/02/zine/</link>
		<comments>http://guekhomeini.wordpress.com/2010/11/02/zine/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Nov 2010 01:23:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akbar khomeini</dc:creator>
				<category><![CDATA[iseng pemberontakan]]></category>
		<category><![CDATA[ngasal..]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://guekhomeini.wordpress.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[ZINE! Ingin coba sesuatu yang meluap-luap? Bikin tulisan asik dengan tema perubahan  Dengan sasaran targetnya  adalah teman, keluarga, kampus, masyarakat, pemerintah atau Negara. Terus, sebarkan tulisan kamu itu dalam bentuk selebaran gelap, yang untuk murahnya bisa diperbanyak dengan cara fotocopy. Kamu berikan ke teman-teman terdekat, atau bisa diletakan secara sembunyi-sembunyi ditempat yang ramai dikampus, misalnya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guekhomeini.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=174&amp;subd=guekhomeini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>ZINE!</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://guekhomeini.files.wordpress.com/2010/11/mesin-tik.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-175" title="mesin tik" src="http://guekhomeini.files.wordpress.com/2010/11/mesin-tik.jpg?w=264&#038;h=231" alt="" width="264" height="231" /></a><br />
</strong></p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="253" height="0"></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Ingin coba sesuatu yang meluap-luap?</p>
<p>Bikin tulisan asik dengan tema perubahan  Dengan sasaran targetnya  adalah teman, keluarga, kampus, masyarakat, pemerintah atau Negara. Terus, sebarkan tulisan kamu itu dalam bentuk selebaran gelap, yang untuk murahnya bisa diperbanyak dengan cara fotocopy. Kamu berikan ke teman-teman terdekat, atau bisa diletakan secara sembunyi-sembunyi ditempat yang ramai dikampus, misalnya.</p>
<p>Kemudian setelah satu tahun rutin dikerjakan, coba amati orang-orang disekitar wilayah penyebaran selebaran kamu tadi.</p>
<p>Dan kalau terjadi perubahan sesuai yang kamu inginkan, maka bisa jadi kamulah SANG PERUBAH itu..!!</p>
<p>Salam revolusi!</p>
<p>(28-10-2010)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/guekhomeini.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/guekhomeini.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/guekhomeini.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/guekhomeini.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/guekhomeini.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/guekhomeini.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/guekhomeini.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/guekhomeini.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/guekhomeini.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/guekhomeini.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/guekhomeini.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/guekhomeini.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/guekhomeini.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/guekhomeini.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guekhomeini.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=174&amp;subd=guekhomeini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guekhomeini.wordpress.com/2010/11/02/zine/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b1ce7060136d1015c617fd07b77af7ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akbar khomeini</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://guekhomeini.files.wordpress.com/2010/11/mesin-tik.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mesin tik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GM = Gasan Maling???</title>
		<link>http://guekhomeini.wordpress.com/2010/10/27/gm-gasan-maling/</link>
		<comments>http://guekhomeini.wordpress.com/2010/10/27/gm-gasan-maling/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Oct 2010 10:53:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akbar khomeini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Esai Gue]]></category>
		<category><![CDATA[POPCORN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://guekhomeini.wordpress.com/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[GM = Gasan Maling??? (gasan = untuk) TIGA, merupakan angka yang ada setelah angka DUA dalam deret hitung. Namun ‘tiga’ juga bisa menjadi angka ganjil patokan penyajian kurma pada saat buka puasa bareng di masjid kampus gue.  Malahan , ‘tiga’  kalau digabungkan sama ‘macan’ bisa nyanyi dangdut. Bahkan ‘tiga’ sekarang ini jadi nama operator telepon [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guekhomeini.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=169&amp;subd=guekhomeini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align:center;"><strong>GM = Gasan Maling???</strong></h1>
<p style="text-align:center;">(gasan = untuk)</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://guekhomeini.files.wordpress.com/2010/10/heerhelmgm.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-172" title="HeerHelmGM" src="http://guekhomeini.files.wordpress.com/2010/10/heerhelmgm.jpg?w=468&#038;h=413" alt="" width="468" height="413" /></a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>TIGA, merupakan angka yang ada setelah angka DUA dalam deret hitung. Namun ‘tiga’ juga bisa menjadi angka ganjil patokan penyajian kurma pada saat buka puasa bareng di masjid kampus gue.  Malahan , ‘tiga’  kalau digabungkan sama ‘macan’ bisa nyanyi dangdut. Bahkan ‘tiga’ sekarang ini jadi nama operator telepon seluler yang gagal ngedatangin kesebelasan MU ke Indonesia, gara-gara hotelnya Rooney cs dipasangin ‘petasan’sama orang iseng.. dan Betapa hebatnya angka TIGA,  sampai-sampai ‘tiga’  juga bisa ngusir nyamuk kalau dikolaborasikan dengan ‘roda’&#8230; <em>tiga.. ooh.. tiga…</em></p>
<p>Tapi, kalau ‘tiga’ juga merupakan jumlah total gue kehilangan helm..?! <em>aahhhh!!!</em></p>
<p><em>Once upon time in Banjarbaru..</em></p>
<p>Kejadian dimulai saat gue merasakan ada yang aneh dengan sepeda motor smash hitam kesayangan gue. Kalau ditanya kenapa smashnya jadi hitam, itu memang dari pabriknya mengkodratkan nya jadi hitam, soalnya kalau warnanya merah itu bukan motor punya gue tapi motor tetangga. Ah.. gak usah ngajak-ngajak tetangga gue dah.., lagi pula dikisah ini tetangga gue juga gak meranin tokoh apapun..</p>
<p>Kembali ke smash hitam yang beberapa tahun ini setia menjadi pendamping hidup gue kemana aja. Gue ngerasa akhir-akhir ini sepeda motor satu-satunya itu udah mulai sakit-sakitan. Kalau turun perseneling kadang pingsan tiba-tiba, kalau lagi dibawa naik bukit menuju rumah (maklum gue tinggalnya digunung..) rantainya kletek.. kletek.. longgar. yang parahnya kalau direm gak mau berhenti. Gue jadi membayangin, kalau nanti motor gue itu pingsan nya ditengah sirkuit balab bajay, dan jadinya gue ketabrak bajay kan bisa berabe. Bahkan yang lebih bahayanya nanti kalau gue ketabrak bajay, siapa dong yang nikahin Gita Gutawa. Huehehehe..!</p>
<p>Makanya layaknya seorang bapak yang <em>care</em> dengan anaknya yang sakit muntaber, gue membawa ‘unta’ padang aspal itu ke bengkel terdekat sebelum berangkat mid mata kuliah IMK dikampus. Maksudnya sekalian jalan gitu. Terus setelah berkonsultasi dengan dukun disana, dan mengharapkan kesembuhan, gue berencana tinggal kabur si smash sebentar buat kekampus ,yang saat itu dijemput seorang kawan yang bersedia ngangkut gue bareng menuju medan tempur intelektual. Oh ya.. kawan gue yang rela dimintai bantuannya itu, sebut aja namanya fahmi atau orang biasa manggil dia codot. Kenapa jadi dipanggil codot? Itu karena fahmi terobsesi menjadi pesaing Batman, yaitu Codotman..!</p>
<p>Ceritapun berlanjut bersama codotman..</p>
<p>Guepun sampai menumpang codotman hingga ke kempus. Ketika diparkiran, dengan santainya gue meletakkan helm disetang motor codotman seperti biasa gue meletakkannya dismash hitam.</p>
<p>Codotman pun bertitah, <em>“wah.. kalau nanti hilang.. disikat maling..!”</em></p>
<p>Gue mengkerutkan dahi, sedikit memonyongkan bibir, sambil terus mendetakkan jantung (dengan pongahnya) berkata, “<em>kijilnya di gantung dijok segala..!”</em> (ket : kijil = ganjen, genit)</p>
<p><em>“kalau pinaa… hilang tau rasa!”</em> codotman kembali mewanti-wanti gue.</p>
<p><em>“wooh..! ada stiker ini, jadi segel anti maling mi ae..”</em> gue saat itu menunjuk stiker yang ada dihelm gue bertuliskan OFTA = Only Fear To Allah (Hanya takut kepada Allah), yang maksud gue, masa maling berani ngambil stiker yang kalau dibaca bisa membuat orang ingat sama Allah itu..?</p>
<p><em>“bahhh… ikam hilang kena..! hilang baru merasa..!”</em> codotman kembali menakut-nakuti. Walaupun mukanya fahmi gak mirip-mirip amat dengan Tessy Kabul, gue mulai sedikit takut kalau kesombongan sesaat gue ini bakalan ada ganjarannya..</p>
<p>Dan apa yang diramalkan mbah gandrong pun benar! Beberapa jam kemudian pada saat ingin pulang, kami (gue dan codotman) tidak mendapati helm GM hitam gue yang tadi diletakkan di setang motor. Gue mulai panik, tapi didalam hati rasanya pake bumbu wajar. Gue sudah merasa hal yang buruk akan terjadi akibat sifat buruk keangkuhan tadi. Gue cari ke depan sekretariat prodi fisika -kalau aja helm gue bisa jalan sendiri-, ternyata tetap gak ada.. gue cari kekantong celana juga apalagi! Hal itu membuat gue mencurigai septic tank dekat parkiran.. tapi gak jadi soalnya masa helm bisa jalan sendiri masuk septic tank. Anehkan?! <em>(halah..! yang nulis yang aneh!).</em></p>
<p>Gue pun menyadari kebodohan gue.. gue ngaku tindakan yang diambil terlalu terburu-buru. Sambil berharap maling bakal takut dengan modal ngeliat stiker memang sesuatu yang aneh.. gue gak kepikiran kemungkinan si maling yang gak paham bahasa inggris, yang bikin si maling juga gak paham arti stiker OFTA tadi. Saat itu pikiran gue seandainya stiker itu ampuh, tinggal gue patenkan sebagai alat anti maling helm.. kan lumayan..!</p>
<p>Pada saat itu, gue memang melupakan pelajaran penting tentang perlunya tawakal. Gue terlalu yakin akan kesederhanaan tindakan yang sebenarnya terburu-buru diputuskan itu. Ditambah –mungkin- rasa malas walau kadarnya sedikit untuk sekedar men<em>cantol </em>helm itu ke dalam kaitan jok motor codotman.. apalagi dikompositkan keadaan saat itu yang membuat kami harus buru-buru masuk keruang kelas untuk mid mata kuliah IMK.</p>
<p>Gue lupa! Gue benar-benar lupa sirah yang dulu pernah diceritakan seorang sahabat. Sirah dimana Rasulullah mengajarkan bentuk tawakal yang benar pada seorang pemuda arab yang  saat itu memarkir untanya tanpa diikat saat bertemu Rasulullah. Dan sama seperti gue, pemuda itu dengan entengnya ngoceh <em>“Gue bakalan membiarkan unta gue, dan akan bertawakal kepada Allah”.</em> Akan tetapi Muhammad saw. yang menyaksikan keganjilan pola pikir si pemuda tadi, menegur pemuda itu dengan sabdanya yang mulia <em>“ikatlah untamu dan bertawakal lah kepada Allah..” </em>karena bertawakal itu dibarengi dengan usaha. Bukan sekedar bertawakal tunggal dengan berharap otoritas Tuhan mampu menghalau keburukan yang akan menimpa.</p>
<p>Jadi bukan seenak udel bertindak serampangan dan berharap kebaikan. Bukan seenak upil (walaupun upil kata codotman ternyata gak enak..) bisa sembarangan meletakkan benda dan harta milik, seraya meminta Allah untuk menjaganya dengan keamanan tingkat tinggi. Apalagi kata seorang kolega gue, kaidah kausalitas itu ada. Kaidah sebab-akibat yang saling berkaitan dan membentuk alur takdir kehidupan. Dimana sebuah sebab diciptakan sesuai pilihan yang kita ambil, maka saat itu akibat juga terbentuk selama qadha Allah tidak ikut campur yang mungkin mengalihkan hasilnya..</p>
<p><em>Haaahh..</em> gue akui kali ini codotman benar-benar menjadi superhero yang bertindak benar. Mewanti-wanti demi keselamatan helm –dan juga kepala gue. Namun juga kali ini codotman telah gagal menjalankan aksinya sebagai superhero penyelamat helm, dikarenakan gue yang diperingatkan tidak mau menurut atas perkataannya.</p>
<p>Padahal, seandainya codotman mau sedikit memaksa gue saat itu untuk mencantol helm di jok motornya, atau dengan inisiatif mau bersedia meletakkan helm gue, mungkin gue lebih berterimakasih.. (hehe)</p>
<p>Yah.. pelajaran berharga seratus ribu rupiah ini dibandingkan harga sks semester pendek yang cuma lima puluh rebu, memang mahal. Semoga bisa menjadi sarjana sabar.. []</p>
<p><em> ‘Antara rangsangan dan tindakan terdapat sebuah ruang, dan diruang tersebutlah kita diberi kebebasan untuk <strong>memilih </strong>tindakan yang akan kita lakukan.’</em></p>
<p><em>(25-10-2010)(tengah malam setelah kejadian)</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/guekhomeini.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/guekhomeini.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/guekhomeini.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/guekhomeini.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/guekhomeini.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/guekhomeini.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/guekhomeini.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/guekhomeini.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/guekhomeini.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/guekhomeini.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/guekhomeini.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/guekhomeini.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/guekhomeini.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/guekhomeini.wordpress.com/169/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guekhomeini.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=169&amp;subd=guekhomeini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guekhomeini.wordpress.com/2010/10/27/gm-gasan-maling/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b1ce7060136d1015c617fd07b77af7ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akbar khomeini</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://guekhomeini.files.wordpress.com/2010/10/heerhelmgm.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">HeerHelmGM</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Melawan PPAIIBS!</title>
		<link>http://guekhomeini.wordpress.com/2010/08/02/melawan-ppaiibs/</link>
		<comments>http://guekhomeini.wordpress.com/2010/08/02/melawan-ppaiibs/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 00:44:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akbar khomeini</dc:creator>
				<category><![CDATA[iseng pemberontakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://guekhomeini.wordpress.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Melawan PPAIIBS! Oleh : Akbar Khomeini Melawan atau berontak merupakan sebuah reaksi yang muncul akibat aksi yang diberikan bertentangan dengan pihak-pihak yang diberikan aksi tersebut. Dengan pemaksaan ‘serangan aksi’ tersebut bisa mengakibatkan  pihak yang diserang melawan dan memberontak sekuat ‘power’ pemaksaan pula. Bahkan apabila serangan aksi menjadi lebih massif, maka reaksi yang muncul bisa lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guekhomeini.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=157&amp;subd=guekhomeini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">
<h1 style="text-align:center;"><strong>Melawan PPAIIBS!</strong></h1>
<p style="text-align:center;"><em>Oleh : Akbar Khomeini</em></p>
<p style="text-align:center;"><em><a href="http://guekhomeini.files.wordpress.com/2010/08/chrisjohn-afp-isi.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-159" title="Chrisjohn-AFP-isi" src="http://guekhomeini.files.wordpress.com/2010/08/chrisjohn-afp-isi.jpg?w=285&#038;h=239" alt="" width="285" height="239" /></a><br />
</em></p>
<p>Melawan atau berontak merupakan sebuah reaksi yang muncul akibat aksi yang diberikan bertentangan dengan pihak-pihak yang diberikan aksi tersebut. Dengan pemaksaan ‘serangan aksi’ tersebut bisa mengakibatkan  pihak yang diserang melawan dan memberontak sekuat ‘power’ pemaksaan pula. Bahkan apabila serangan aksi menjadi lebih massif, maka reaksi yang muncul bisa lebih massif juga, atau (bisa juga) malah kalah dan bertekuk lutut mempasrahkan diri terhadap aksi yang diberikan padahal aksi itu tidak disukai/kehendaki/inginkan sebelumnya.</p>
<p>Ahhh…! bicara teori aksi-reaksi yang tidak jelas tersebut membuat pembaca jadi semakin malas melanjutkan tulisan saya ini. Yah lumrah saja sih.. semakin tidak jelas atau sesuatu yang biasanya tidak kita gemari secara naluriah cenderung akan  kita tinggalkan untuk dilanjutkan. Dan sadar atau tidak –sebenarnya- sikap kita meninggalkan sesuatu yang tidak kita gemari itulah yang disebut aktivitas reaksi juga. Reaksi terhadap  sesuatu yang tidak kita senangi itu, bisa dalam berbagai aktivitas yang sesuai dengan pola pikir dan pemahaman kita terhadap sesuatu itu. Maka apabila sesuatu itu memang secara pemahaman kita harus ditinggalkan, maka kita akan meninggalkannya sekuat mungkin secara totalitas. Celakanya adalah,  kadangkala kita malah menyerah dalam tindakan reaksi menolak seraya berkompromi memaksakan dan mencari-cari unsur kebaikan dari sesuatu yang sebenarnya tidak benar bagi kita.</p>
<p>Loh… kok malah ngomongin aksi-reaksi lagi…!? Hehe</p>
<p>Sebenarnya yang mau saya pikirkan bersama kali ini adalah begitu banyaknya, bahkan begitu massifnya penyebarluasan pemikiran/pemahaman alias ide-ide bobrok bin sompral yang sebenarnya menghancurkan akidah kaum muslim ditengah-tengah kita sekarang ini. Pemikiran gila –yang bahkan saya tak ragu mengatakannya sebagai pemikiran sesat- semuanya bersumber dari pangkal-pangkal ideologi  Kapitalis yang berintikan Sekularisme, dan ideologi Sosialis yang berintikan Komunisme. Keduanya adalah dua dari tiga ideologi besar yang pernah dan hingga kini diemban oleh masyarakat dunia. Dan apa satu ideologi yang lainnya? Tentu saja jawabannya adalah ideologi islam atau mabda islam!.</p>
<p>Untuk dua ideologi buatan manusia tersebut (ideologi kapitalis &amp; sosialis), sebenarnya sejak peradaban islam berdiri hingga runtuhnya keKhilafahan di turki tidak pernah sekalipun diemban oleh umat islam. Bahkan menurut Ahmad Al Qashas dalam kitabnya <em>Usus an Nahdah</em> (Dasar-dasar kebangkitan) ia menganalogikan kalau <em>“ideologi Komunisme merupakan palu yang menimpa kepala manusia, atau sabit yang menikam lehernya lalu kepalanya terpenggal dan jatuh tersungkur mati dengan pukulan yang membinasakan, dan ideologi Barat-kapitalistik adalah ibarat racun yang menjalar dalam urat-urat tubuh tanpa disadari oleh manusia, lalu sedikit-demi sedikit kekuatan tubuhnya melemah hingga dia menemui kematiannya dalam keadaan tidak sadar.”</em></p>
<p>Dengan memandang secara luas dari atas, maka kita memahami bahwa sebenarnya yang terjadi sekarang ini bukan sekedar pertarungan antara pengemban pemahaman yang saling meng-injeksikan pemahaman. Namun lebih dari itu semuanya sebenarnya ini adalah pertarungan ketiga ideologi dunia yang saling bersitegang mencoba memimpin peradaban manusia.</p>
<p>Lalu apa saja <strong>P</strong>emikiran/<strong>P</strong>emahaman <strong>A</strong>lias  <strong>I</strong>de-<strong>I</strong>de <strong>B</strong>obrok bin <strong>S</strong>ompral <strong>(PPAIIBS)</strong> tersebut? Tentunya PPAIIBS tersebut adalah hasil produk-produk turunan dari ideologi kapitalis dan sosialis yang kini berkembang dimasyarakat , -yang bahkan kaum muslim sendiri banyak pula yang tidak sadar akan keberbahayaan pemikiran itu terhadap akidah mereka. Sebut saja ide demokrasi, pluralisme, liberalisme, kesetaraan gender, HAM, dan lain sebagainya yang sekarang ini membius seolah menjadi ide sakti yang dapat menyelamatkan kehidupan, padahal melumpuhkan tubuh dari dalam.</p>
<p>Berbagai jenis PPAIIBS dengan berbagai racunnya sebenarnya gampang saja ditaklukan secara teori. Karena PPAIIBS tersebut memang sejak dari alur berfikir nya pun sudah rusak. Satu-satunya kehebatan <em>gank pemikiran sedeng</em> tersebut adalah penyebarluasannya yang terstruktur dan luas kepada para akademisi dan tokoh-tokoh terpandang ditengah masyarakat. Sehingga banyak kalangan <em>grass root </em>dan<em> proletar</em> yang memiliki kebiasaan ‘ikut-ikutan asal yang nyampaikan orang meyakinkan’ juga ikut terbius dalam PPAIIBS. Sehingga kesimpulan saya, ternyata PPAIIBS lebih bahaya dari pada video Ariel-Luna!, soalnya yang nyebarkan adalah akademisi, tokoh politik/terpandang, bahkan bisa pula ustadz..!</p>
<p>Untuk penjelasan dimana bobroknya PPAIIBS itu, anda bisa mencari penjelasannya ribuan halaman dengan ustadz-ustadz atau web-web pejuang islam kaffah lainnya. Saya hanya ingin melakukan brainstorming bersama mengenai cara-cara dalam melakukan reaksi penolakan terhadap PPAIIBS yang kini menjadi paham popular bagi orang awam.</p>
<p>Sebelum berbicara layak tidaknya sebuah konsep pemikiran diemban oleh manusia yang merupakan ciptaan Allah swt.,  adalah dengan mempertanyakan apakah konsep itu sesuai dengan fitrah manusia atau tidak. Dan kalau untuk sesuai dengan fitrah manusia saja tidak, bagaimana mau dikatakan pemikiran tersebut benar untuk diemban manusia. Contohnya saja komunis yang dalam ide dasarnya menolak adanya Tuhan sebagai Sang Pencipta dan Pengatur seluruh alam semesta. Padahal sudah menjadi hakikat bagi manusia memiliki naluri mensucikan sesuatu (Gharizatun Tadayyun) dan mengakui bahwa adanya pencipta bagi dirinya yang merupakan ciptaan.</p>
<p>Sesudah mempertanyakan kesesuaian dengan fitrah manusia, silahkan ajukan tiga pertanyaan sakti untuk menentukan apakah ide tersebut pas bagi akidah kita atau tidak. Tiga pertanyaan sakti tersebut antara lain : <strong>1. Dari mana asal manusia?, 2.Mau apa ketika didunia? 3.Setelah dari dunia mau kemana?.</strong> Cukup! Hanya itu saja pertanyaan mendasar yang mampu membedakan seseorang pengemban sebuah ideologi dengan pengemban ideologi lainnya. Karena akan didapati jawaban dari tiga pengemban ideologi pasti akan berbeda.</p>
<p>Bagi pengemban ideologi komunis pasti  akan menjawab : <em>manusia dari materi, hidup di dunia untuk memperoleh materi, karena mati nanti toh bakalan jadi bangkai (materi) juga.</em> Dan pengemban ideologi kapitalis yang berakidah sekularisme (memisahkan agama dari kehidupan) akan menjawab : <em>kita dari Tuhan dong.., tapi untuk urusan didunia kita pake aturan manusia aja jangan bawa-bawa tuhan, nah kalau urusan akhirat kita baru kembali ke Tuhan setelah ko-it nanti.</em></p>
<p>Perbedaan  jawaban dari kedua ideologi terhadap  pertanyaan yang sebenarnya biasa tersebut sangat terlihat, dan tak ada diantara keduanya yang bisa menjawab setegas akidah ideologi islam : <em>manusia dari Allah, di dunia untuk beribadah kepada Allah, dan setelah kematian akan kembali keakhirat Allah yaitu surga atau neraka!.</em></p>
<p>Pemahaman harus dicocokan dengan dimensi-dimensi kehidupan manusia. Akan terlihat semua PPAIIBS ternyata melepaskan diri dalam dimensi kehidupan sosial kemasyarakatan (muamalah) dari keteraturan yang telah digariskan Tuhannya manusia. Dalam dimensi sosial kemasyarakatan PPAIIBS menolak campur tangan agama, dengan berbagai alasan yang (juga) sebenarnya bertentangan dengan fitrah manusia yaitu pluralisme lah.., sekularisme lah.., HAM lah… yang intinya kebebasan dan kedaulatan manusia untuk menentukan alur hidupnya seenak dengkulnya..</p>
<p>Kalau sudah terlihat kebobrokannya yang wajib diakukan tinggal membanting PPAIBS tersebut dihadapan pengembannya. Bahkan kalau perlu publikasikan kebobrokan dan ketidaksusaian ide-ide tersebut dengan fitrah manusia seluas-luasnya. Lakukan pergolakan pemikiran dengan 1000 langkah lebih massif dan lebih depan dari pada langkah penyebaran PPAIIBS tersebut. Karena kebathilan yang tak nampak dalam PPAIIBS lama kelamaan akan terkuak dan membelalakan mata. Apalagi ketika dampak-dampak dari PPAIIBS sudah banyak muncul (seperti hedonisme, individualisme, kemiskinan yang menjalar, kebebasan seksual, dll)</p>
<p>Tak cukup dengan membanting, kita sebagai pejuang-pejuang kembalinya kehidupan islam harus berdiri dan bersuara paling lantang menyerukan solusi dan pengganti dari PPAIIBS tersebut. Dengan keyakinan 100 persen dan bukti yang nyata selama 13 abad, solusi semua permasalahan dialam semesta ini dapat dibereskan dengan islam yang mulia. Dan apabila ideologi islam kembali memimpin peradaban tentu kesejahteraan dan hidup penuh keberkahan menjadi dampaknya.</p>
<p>Hanya saja saat yang dijanjikan tersebut belum tercapai, maka yang dilakukan kita sekarang adalah terus melawan dan terus berontak dari sistem menyengsarakan ini dengan membawa islam sebagai obat mujarab. Dan tak lupa pula teruslah membanting dan membanting PPAIIBS!</p>
<p>Terserah anda paham atau tidak maksud dari tulisan panjang lebar saya ini? Tidak masalah.. yang penting LAWAN SISTEM KUFUR! Ok?!</p>
<p><strong>(akbar Khomeini)</strong></p>
<p><em>Pertanyaan : ada berapa tulisan ‘PPAIIBS’ dalam tulisan ini?.. hehe</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/guekhomeini.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/guekhomeini.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/guekhomeini.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/guekhomeini.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/guekhomeini.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/guekhomeini.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/guekhomeini.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/guekhomeini.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/guekhomeini.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/guekhomeini.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/guekhomeini.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/guekhomeini.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/guekhomeini.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/guekhomeini.wordpress.com/157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guekhomeini.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=157&amp;subd=guekhomeini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guekhomeini.wordpress.com/2010/08/02/melawan-ppaiibs/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b1ce7060136d1015c617fd07b77af7ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akbar khomeini</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://guekhomeini.files.wordpress.com/2010/08/chrisjohn-afp-isi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Chrisjohn-AFP-isi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Air Putih</title>
		<link>http://guekhomeini.wordpress.com/2010/07/15/air-putih/</link>
		<comments>http://guekhomeini.wordpress.com/2010/07/15/air-putih/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2010 03:43:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akbar khomeini</dc:creator>
				<category><![CDATA[iseng pemberontakan]]></category>
		<category><![CDATA[ngasal..]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://guekhomeini.wordpress.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Air Putih Setelah, tangan saya di jamah-jamah dan di perhatikan sejenak.., Teman saya yang terapis dengan mantap menyimpulkan hasil diagnosisnya kalau saya tervonis menjadi manusia yang kekurangan mengkonsumsi air putih. Yah.. wajar. Dan bagaimana tidak kekurangan air putih, kalau sehari-hari saya hobinya meneguk kopi terus. Bahkan rata-rata sehari bisa sampai 3-4 cangkir. Dan kalaupun tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guekhomeini.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=152&amp;subd=guekhomeini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align:center;"><strong>Air Putih</strong></h1>
<p><strong><a href="http://guekhomeini.files.wordpress.com/2010/07/white.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-161" title="white" src="http://guekhomeini.files.wordpress.com/2010/07/white.png?w=164&#038;h=247" alt="" width="164" height="247" /></a><br />
</strong></p>
<p>Setelah, tangan saya di jamah-jamah dan di perhatikan sejenak.., Teman saya yang terapis dengan mantap menyimpulkan hasil diagnosisnya kalau saya tervonis menjadi manusia yang kekurangan mengkonsumsi air putih.</p>
<p>Yah.. wajar. Dan bagaimana tidak kekurangan air putih, kalau sehari-hari saya hobinya meneguk kopi terus. Bahkan rata-rata sehari bisa sampai 3-4 cangkir. Dan kalaupun tidak kopi, di kantin kampus atau rumah makan pasti minumnya teh hangat manis. Hehe</p>
<p>Tapi yang saya bingung bukan masalah kekurangan cairan jernih dalam tubuh  yang terlanjur terurus sembarangan ini. Namun, kenapa orang terbiasa menyebut air yang sebenarnya warnanya bening itu jadi air putih yang warnanya emang gak putih sama sekali..????</p>
<p>Hahay..! mungkin pertanyaan konyol saya memang gak berarti buat dibahas lebih serius. Apalagi mengharapkan menjadi pokok bahasan masalah dalam skripsi-skripsi atau tesis para akademisi kampus..</p>
<p>Kebiasaan salah penjulukan itu, kurang lebih kayak para aktivis yang selama ini teriak-teriak ‘Demokrasi itu sampah!’ atau di poster-poster yang tertulis ‘DEMOKRASI = SAMPAH’ padahal mereka sedikit keliru dalam pengaplikasian kata-kata.</p>
<p>Yang benar itu, demokrasi jelas bukan sampah, tapi LEBIH BURUK DARIPADA SAMPAH!. Kenapa??? Ya iyalah, sampah aja bisa bermanfaat lagi kalau bisa didaur ulang. Sedangkan demokrasi tidak ada manfaatnya sama sekali karena tak bisa di daur ulang sekalipun. Dan dengan begitu layak saja kalau dikatakan demokrasi lebih sampah dari pada sampah, lebih jelek dari pada sampah, lebih sangat tak ada gunanya sekalipun daripada sampah..</p>
<p>Ya gak?! Hehe</p>
<p>Intinya, mantapkan lagi kata-katamu!</p>
<p>11-07-2010, 14.40wita</p>
<p><strong>*<em>tulisan yang gak jelas banged… </em></strong><strong><em>J</em></strong></p>
<p>﻿</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/guekhomeini.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/guekhomeini.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/guekhomeini.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/guekhomeini.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/guekhomeini.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/guekhomeini.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/guekhomeini.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/guekhomeini.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/guekhomeini.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/guekhomeini.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/guekhomeini.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/guekhomeini.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/guekhomeini.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/guekhomeini.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guekhomeini.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=152&amp;subd=guekhomeini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guekhomeini.wordpress.com/2010/07/15/air-putih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b1ce7060136d1015c617fd07b77af7ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akbar khomeini</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://guekhomeini.files.wordpress.com/2010/07/white.png" medium="image">
			<media:title type="html">white</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penjinak Bom Waktu dan Bom Ranjau</title>
		<link>http://guekhomeini.wordpress.com/2010/06/29/penjinak-bom-waktu-dan-bom-ranjau/</link>
		<comments>http://guekhomeini.wordpress.com/2010/06/29/penjinak-bom-waktu-dan-bom-ranjau/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2010 07:31:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akbar khomeini</dc:creator>
				<category><![CDATA[ILKOMAGZ FMIPA UNLAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://guekhomeini.wordpress.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Penjinak Bom Waktu dan Bom Ranjau Ada sebuah kisah menarik mengenai dua orang veteran perang. Keduanya adalah mantan tentara spesial  yang terlatih kemampuan khusus. Yang satu mantan penjinak bom waktu, dan yang seseorang lagi mantan penjinak bom ranjau. Di kehidupan dipasca perang, keduanya memiliki kebiasaan yang berbeda dari orang tua kebanyakan lainnya. Mereka terlihat masih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guekhomeini.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=149&amp;subd=guekhomeini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">
<h1 style="text-align:center;"><strong>Penjinak Bom Waktu dan Bom Ranjau</strong></h1>
<p><a href="http://guekhomeini.files.wordpress.com/2010/06/bom1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-165" title="bom1" src="http://guekhomeini.files.wordpress.com/2010/06/bom1.jpg?w=196&#038;h=196" alt="" width="196" height="196" /></a></p>
<p>Ada sebuah kisah menarik mengenai dua orang veteran perang. Keduanya adalah mantan tentara spesial  yang terlatih kemampuan khusus. Yang satu mantan penjinak bom waktu, dan yang seseorang lagi mantan penjinak bom ranjau. Di kehidupan dipasca perang, keduanya memiliki kebiasaan yang berbeda dari orang tua kebanyakan lainnya. Mereka terlihat masih bersemangat beraktivitas, masih rajin berkeliling membantu sekitarnya, seolah hidup mereka masih terasa muda, penuh energi dan warna.</p>
<p>Sering.. diwaktu subuh buta, pak Ali sang mantan penjinak bom waktu sudah bangun lebih dahulu dibandingkan anak muda lainnya. Ia berangkat ke mushola kompleknya dan dengan merdunya mengumandangkan azan penanda waktu sholat telah tiba. Ia juga dikenal sebagai orang yang tak pernah lelah beraktivitas. Pagi setelah subuh, ia selalu membersihkan halaman rumah, bahkan membersihkan lingkungan sekitar kompleknya. Sekitar jam Sembilan pagi ,setelah membaca buku-buku agama, ia mulai membuat tulisan-tulisan islami dari ilmu-ilmu yang ia dapat. Kemudian setelah berzuhur, seperti biasa ia mengisi ceramah di masjid. Dan setelah ashar, ia kembali berkeliling dikompleknya dengan membagikan fotocopy-an dari tulisan yang ia buat pagi hari.</p>
<p>Tak berhenti sampai disitu, setelah magrib, pak Ali dengan ikhlas mengajar mengaji anak-anak di mushola kompleknya. Dan sering terbangun melakukan shalat tahajud di tengah malam. Dengan seabrek aktivitasnya itu,ia hanya beristirahat sebentar sekali..</p>
<p>Hal tersebut membuat takjub warga sekeliling yang menyaksikannya begitu luar biasa pak Ali memanfaatkan waktu, padahal usianya kini sudah sedemikian renta..</p>
<p>Begitu pula keseharian Pak Husin, seorang mantan penjinak bom ranjau yang sering dibicarakan warga karena kedermawanannya dan kebaikan perilakunya.</p>
<p>Semua orang tahu, dimana pak Husin berada pasti akan ada sebuah contoh teladan yang akan disaksikan. Dimana saat berjalan di tengah keramaian, pak Husin yang sudah ‘kepala enam’ itu sering memberhentikan perjalananya demi menolong anak-anak SD yang ingin menyebrang jalan. Kadang ia suka mensedekahkan duitnya kepada anak-anak loper Koran atau pengemis  yang kurus kering. Kadang ia suka menyapu taman sendirian padahal itu bukan tugasnya, dan paling sering pak Husin kalau berjalan kaki selalu membawa kantongan besar untuk menampung sampah yang ia pungut sepanjang perjalanannya..</p>
<p>Anak cucunya yang sering ikut berkeliling bersama pak Husin sampai malu karena mereka kadang tidak memiliki kepedulian seperti yang dilakukan pak Husin. Mereka bingung apa gerangan yang membuat kakeknya tersebut tak pernah lelah dan bosan bersikap <em>ekstra baik</em> seperti itu.</p>
<p>Rahasia tersebut terkuak setelah pak Ali dan pak Husin bercerita tentang masa lalunya.</p>
<p>Pak Ali bercerita tentang saat-saat mengharukan yang pernah ia alami. Pak ali pernah menyaksikan rekannya sesama penjinak bom tewas akibat ledakan bom yang belum sempat dijinakan. Saat itu pak Ali bertugas ditempat yang jauh dari lokasi bom, namun ia berkomunikasi dengan temannya tersebut, membantu untuk memikirkan cara agar bom waktu dapat dijinakkan.</p>
<p>Karena waktu yang begitu singkat teman pak Ali akhirnya tewas diledakan tersebut, sebelum berhasil memotong kebel penghenti waktu -yang padahal sudah berhasil diketahui dengan pengecekkan, namun sayang terlambat hanya satu detik..</p>
<p>Kemudian sejak saat itulah pak Ali sangat menyadari betapa berartinya ‘satu detik’ bagi dirinya. Betapa ternyata dalam tempo satu detik semuanya bisa terjadi. Hanya dalam satu detik terlambat, sebuah kesempatan bisa kita sia-siakan, bahkan hanya dengan satu detik yang tak bisa kembali lagi, nyawa seseorang bisa melayang.</p>
<p>Dan itulah yang selalu mendorong pak Ali agar memanfaatkan waktu hidupnya sebaik mungkin. Memanfaatkan detik-detik yang dilaluinya dengan usaha semaksimal mungkin beramal dan berkarya. Sehingga kisah duka dan kekecewaannya yang dulu pernah dirasakan akibat ‘terlambat satu detik’ tak lagi ia temukan disisa-sisa umurnya..</p>
<p>Begitu pula kisah dibalik sikap pak Husin yang begitu tulus membantu sesama..</p>
<p>Pak husin memiliki kisah tak jauh berbeda dari kisah pak Ali. Sebuah tragedi duka pernah terukir dalam riwayat tugasnya dimedan perang lampau,-menjinakkan bom-bom yang ditanam musuh dijalur jalan tank-tank tentara. Ia menyaksikan adik laki-lakinya yang sedang bertugas  tewas dengan menggenaskan akibat terinjak bom yang tidak terlihat tertutup tanah. Tubuh adiknya berhamburan tercerai berai, hingga pak Husinpun terkena sedikit serpihan ledakan saat itu.</p>
<p>Telak, duka dan pilu berkecamuk dalam perasaan pak Husin sepanjang hayatnya saat mengingat gambaran naas tersebut. Dan itulah yang membuahkan sikap pak Husin untuk terus terjaga pada setiap langkah kakinya dalam bingkai perbuatan baik. Kenangan pilu itulah yang mengkristalkan pada pikiran pak Husin bahwa setiap langkah kaki kita adalah lebih dari sebuah langkah biasa. Namun langkah, juga tindakan dari pilihan yang kita ambil untuk ‘melakukan langkah atau tidak’.</p>
<p>Makanya, pelajaran dari ‘salah langkah dimedan ranjau’ merupakan pelajaran berharga bagi hidup pak Husin. Dan pelajaran berharga itulah yang terus memacu pak Husin untuk memanfaatkan langkah kakinya dengan penuh perbuatan amal terbaik yang bisa ia persembahkan. Dan hal yang wajar kalau pak Husin di setiap perjalannya selalu membawa plastik buat mengumpukan sampah, selalu membawa duit untuk disedekahkan, selalu rela berbelok untuk membantu sesama. Karena -sekali lagi-, langkah kaki bagi pak Husin adalah kesempatan untuk sekaligus berkarya (beramal).</p>
<p>Yah, pemanfaatan detik  ala pak Ali. Juga pemanfaatan langkah ala pak Husin, patut kita teladani. Apalagi disaat usia kita yang terhitung masih muda sekarang ini.. semoga 86.400 detik yang diberikan Allah setiap hari, dan kesehatan betis untuk terus melangkah dapat kita syukuri dengan arti yang sesungguhnya..  amin.</p>
<p><strong>(akb)</strong></p>
<p><strong><em>Cat: tulisan ini terinspirasi gara-gara tdk sengaja keinjak siput dibelakang rumah.. Hayoo! apa coba hubungannya? yang tau dapat hadiah!</em><br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/guekhomeini.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/guekhomeini.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/guekhomeini.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/guekhomeini.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/guekhomeini.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/guekhomeini.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/guekhomeini.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/guekhomeini.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/guekhomeini.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/guekhomeini.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/guekhomeini.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/guekhomeini.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/guekhomeini.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/guekhomeini.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guekhomeini.wordpress.com&amp;blog=9104912&amp;post=149&amp;subd=guekhomeini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guekhomeini.wordpress.com/2010/06/29/penjinak-bom-waktu-dan-bom-ranjau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b1ce7060136d1015c617fd07b77af7ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akbar khomeini</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://guekhomeini.files.wordpress.com/2010/06/bom1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bom1</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
